Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif, dimana lambat laun kepadatan tulang semakin berkurang, sehingga tulang menjadi keropos dan mudah retak atau patah. Kondisi ini jarang menimbulkan gejala sehingga disebut penyakit “silent disease” dan biasanya baru disadari ketika penderita mengalami cidera.
Hasil penelitian dari Internasional Osteoporosis Foundation (IOF) mengungkapkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia dengan rentang usia 50 – 80 tahun memiliki risiko osteoporosis. Dan resiko osteoporosis perempuan di Indonesia 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki laki. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan anak-anak dan orang dewasa muda juga bisa mengalaminya.
Osteoporosi akan berdampak pada kualitas gerak tubuh penderita di kehidupan sehari-hari jika tidak dicegah dengan baik. Maka dari itu, penting bagi kita untuk lebih mengenal tentang osteoporosis dan bagaimana cara pencegahannya.
Apa itu osteoporosis?
Osteoporosis berasal dari kata “osteo” yang berarti tulang, dan “porous” yang berarti berlubang-lubang atau keropos. Osteoporosis disebut juga pengeroposan tulang yang ditandai dengan kepadatan tulang yang berkurang disertai kerusakan pada jaringan tulang. Hal ini menyebabkan adanya penurunan kekuatan tulang, karena tulang menjadi lebih tipis, rapuh dan berisiko mudah patah. Pengeroposan tulang ini dapat terjadi secara perlahan dalam kurun waktu yang lama. Hal inilah yang membuat penderitanya sering kali tidak menyadari gejala osteoporosis.
Penyebab dan gejala osteoporosis
Seiring bertambahnya usia, kepadatan dan fungsi tulang akan semakin menurun dan menyebabkan tulang menjadi keropos. Namun, hal ini tidak berarti setiap lansia akan mengalami osteoporosis. Normalnya, tulang mengalami proses pembaharuan (regenerasi) dimana tulang yang sudah tua akan digantikan dengan tulang baru. Tetapi semakin bertambahnya usia, proses regenerasi (pembaharuan) tersebut juga mulai melambat sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.
Pada tahap awal, osteoporosis cenderung tidak menimbulkan gejala apapun. Kondisi ini biasanya disadari ketika penderita mengalami patah tulang karena cidera kecil seperti terpeleset atau terjatuh.
Seiring berkurangnya kepadatan tulang, penderita osteoporosis bisa mengalami gejala berikut:
· Sakit punggung berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama
· Sering mengalami cidera pada tulang
· Postur tubuh yang semakin membungkuk
· Menurunnya tinggi badan
· Patah tulang akibat cidera ringan
Faktor risiko pada osteoporosis
Osteoporosis dapat terjadi pada siapa saja dengan faktor risiko yang berbeda. Berikut adalah faktor risiko osteoporosis yang umumnya dialami oleh para penderitanya:
· Usia diatas 40 tahun
· Penurunan hormon (esterogen pada wanita dan testosteron pada pria)
· Jenis kelamin, dimana wanita lebih berisiko tinggi daripada pria
· Kurang aktivitas fisik
· Anoreksia yang mengakibatkan perawakan tubuh menjadi kurus dan kecil
· Kurangnya asupan kalsium dan vitamin D
· Riwayat osteoporosis dalam keluarga
· Kebiasaan merokok
· Kebiasaan mengkonsumsi minuman tinggi kafein dan alkohol
· Penggunaan obat tertentu dalam jangka Panjang
Cara mencegah osteoporosis
Pencegahan osteoporosis harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak di dalam kandungan. Pencegahan ini penting dilakukan untuk mencapai massa tulang semaksimal mungkin dan penurunan massa tulang seminimal mungkin. Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:
· Menjalani diet sehat dengan mencukupi kebutuhan nutrisi, seperti kalsium dan vitamin D yang berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang. Kebutuhan kalsium yang dianjurkan adalah 80 – 1500 mg/hari, sedangkan kebutuhan vitamin D yang dianjurkan adalah 800 – 1000 IU/hari. Beberapa pilihan asupan makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D adalah produk olahan susu, ikan, kuning telur, sayuran hijau dan kacang-kacangan.
· Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang cukup, minimal 30 menit sehari sebanyak 5 kali dalam seminggu. Hal ini dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang, sehingga tulang tetap kuat.
· Menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengurangi kafein, menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.
· Pemeriksaan dini osteoporosis, terutama saat memasuki masa menopause.
Source: PKRS